Arsip Penulis: santrimathla

maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

Pembentukan Perilaku
Sebagian besar perilaku manusia adalah perilaku yang dibentuk, perilaku yang disadari dan perilaku yang dipelajari. Berkaitan dengan hal tersebut maka salah satu persoalan yang muncul adalah pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana cara pembentukan perilaku tersebut. Ada tiga cara pembentukan perilaku :
1. Cara pembentukan perilaku dengan kondisioning atau membentuk kebiasaan. Cara pembentukan perilaku dengan kondisioning adalah cara pembentukan perilaku dengan cara membiasakan diri untuk berperilaku seperti yang diharapkan. Dengan pembiasaan ini diharapkan lambat laun akan terbentuk otomatisasi perilaku. Misalnya anak dibiasakan bangun pagi, seorang muslim dibiasakan bangun di tengah malam untuk menunaikan shalat tahajut, kebiasaan cuci tangan sebelum makan, gosok gigi sebelum tidur, berdoa sebelum berangkat kerja dan sebagainya. Sekedar sebagai pengingat, konsep dasar cara pembentukan perilaku ini adalah didasarkan pada teori belajar kondisioning, baik yang dikemukakan oleh Pavlov, Thorndike dan Skinner.
2. Pembentukan Perilaku dengan Pengertian (Insight), selain dengan pembiasan pembentukan perilaku dapat dilakukan dengan menanamkan pengertian atau membentuk insight.

maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

Misalnya berangkat sekolah harus pagi-pagi agar tidak terlambat sehingga tidak dimarahi oleh guru, datang kuliah jangan sampai terlambat karena hal tersebut dapat mengganggu teman-teman yang lain. Bila naik sepeda motor harus menggunakan helm pengaman karena helm tersebut untuk menjaga keamanan diri dan masih banyak contoh lain untuk menggambarkan hal tersebut. Sekedar mengingatkan, model pembentukan perilaku dengan insight ni didasarkan pada konsep teori belajar kognitip yang dikembangkan oleh Kohler. Bila Thorndike lebih menekankan pentingnya pembiasaan atau latihan dalam belajar pembentukan perilaku, maka Kohler lebih menekankan pentingnya memberi pengertian atau memunculkan insight. Kohler adala tokoh dalam psikologi Gestalt dan termasuk dalam aliran kognitip.

Iklan

Formal

D. PENDIDIKAN FORMAL, NON FORMAL, IN FORMAL SEBAGAI SEBUAH SISTEM
1. LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL
a. Arti Sekolah :
Membahas masalah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu mi dikatakan formal karena diadakan di sekolah/ tempat tertentu, teratur sistematis, mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu, serta berlangsung mulai dari TK sampai PT, berdasarkan aturan resmi yang telah ditetapkan mengikuti peraturan pemerintah atau undang-undang.
Pada umumnya lembaga formal adalah tempat yang paling seseorang meningkatkan pengetahuan, dan paling mudah membina generasi muda yang dilaksanakan oleh pemerintah dan varakai
Bagi pemerintah karena dalam rangka pengembangan bangsa di butuhkan pendidikan, maka jalur yang ditempuh untuk mengetahui out putnya secara kuantitatif maupun kualitatif.
Oleh karena itu apa sebetulnya sekolah itu ?
Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala nya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum.
1). Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengaja, dan memperdalam / memperluas, tingkah laku anak / peserta yang di bawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat
2). Mengembangkan kepribadian peserta didik lewat kurikulum agar :
a) Peserta didik dapat bergaul dengan guru, karyawan dengan temannya sendiri dan masyarakat sekitar.
b) Peserta didik belajar taat kepada peraturan / tahu disiplin.
c) Mempersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma – norma yang berlaku.
b. Jenjang lembaga pendidikan formal yaitu :
1) Pendidikan dasar : TK & SD
2) Pendidikan menengah : SMTP dan SMTA (umum dan kejuruan)
3) Pendidikan Tinggi : Jenjang D1, D2, D3, S1, S2 dan S3
1. Umum : Universitas dan Institut
2. Sekolah Tinggi Kejuruan
Kunjungi Toko Jual Perawatan Wajah
c. Jenis lembaga pendidikan formal:
Di dalam pendidikan formal terdapat tujuan yakni tempat menguatkan masyarakat bahwa pendidikan itu penting guna bekal kehidupan di masyarakat sehingga siap pakai. Maksudnya bahwa orang yang tidak sama, orang yang berpendidikan lebih siap pakai di masyarakat dari pada orang yang tidak berpendidikan.

Susu Kambing Jual

Pencarian pengetahuan yang benar susu kambing etawa harus berlangsung menurut prosedur atau kaedah hukum, yaitu berdasarkan logika. Sedangkan aplikasi dari logika dapat disebut dengan penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi, dan dilaksanakan dalam suatu wujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika